Selasa, 19 Januari 2016

Sejarah Baden Powell

Sejarah Baden Powell yang menjadi Bapak Pramuka Sedunia (Chief Scout of the World) tidak bisa dipisahkan dari sejarah kepramukaan di dunia dan di Indonesia. Selain sebagai pendiri gerakan kepramukaan sedunia, pengalaman Lord Robert Baden Powell lah yang mendasari pembinaan remaja di Inggris yang kemudian berkembang dan diadaptasi sebagai sistem pendidikan kepramukaan di seluruh dunia.

Robert Stephenson Smyth Baden Powell atau Baron Baden Powell I yang kemudian terkenal sebagai Baden Powell, BP, atau Lord Baden Powell, lahir di Paddington, London pada 22 Februari 185. Nama kecilnya Robert Stephenson Smyth Powell. Powell merupakan nama keluarga dari ayahnya, Baden Powell yang merupakan seorang pendeta dan dosen Geometri di Universitas Oxford. Sedangkan Smyth diambil dari nama ibunya, Henrietta Grace Smyth. Ayah Stephenson (Baden Powell) meninggal dunia saat Stephenson masih berusia 3 tahun.

Karena ditinggal mati oleh ayahnya sejak kecil, Robert Stephenson mendapatkan pendidikan watak dan aneka keterampilan dari ibu kakak-kakaknya. Peran ibu bagi Baden Powell bahkan pernah diungkap langsung oleh beliau dengan kalimat, “Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya.”

Sejak kecil Baden Powell dikenal anak yang cerdas, gembira, dan lucu sehingga banyak disukai oleh teman-temannya. Di samping itu Baden Powell pun pandai bermain musik (piano dan biola), teater, berenang, berlayar, berkemah, mengarang, dan menggambar.

Baden Powell
Baden Powell

Setamat sekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Robert Stephenson (Baden Powel) mendapat beasiswa untuk sekolah di Charterhouse. Dan setelah dewasa, Baden Powell bergabung dalam ketentaraan Inggris. Beliau sering ditugaskan di luar Inggris seperti bergabung dengan 13th Hussars di India (1876), dinas khusus di Afrika (1895), memimpin Pasukan Dragoon V (1897), pemimpin resimen di Zulu Afrika Selatan (1880), Kepala Staf di Rhodesia Selatan (sekarang dikenal Zimbabwe) tahun 1896, memimpin The Mafeking Cadet Corps di Mafeking, Afrika Selatan (1899-1900).

Selama menjadi tentara, banyak hal yang dialaminya. Pengalaman itu diantaranya:
  1. Saat menjadi pembantu Letnan pada 13th Hussars yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
  2. Bersama The Mafeking Cadet Corp, mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, meskipun dikepung bangsa Boer selama 127 hari dalam kondisi kekurangan makan. Padahal The Mafeking Cadet Corp hanyalah pasukan pembawa pesan yang tidak berpengalaman menghadapi musuh.
  3. Mengadakan latihan bersama dan bertukar kemampuan survival dengan Raja Dinizulu di Afrika Selatan.
Berbagai pengalaman tersebut ditulis dalam buku berjudul 'Aids to Scouting' pada tahun 1899. Buku ini sebenarnya merupakan panduan bagi tentara muda Inggris dalam melaksanakan tugas penyelidik. Buku ini kemudian terjual laris di Inggris. Bahkan tidak hanya dibaca oleh para tentara saja tetapi digunakan juga oleh para guru dan organisasi pemuda.

Baden Powell
Baden Powell bersama pramuka

Melihat banyaknya pengguna buku 'Aids to Scouting', dan atas saran William Alexander Smith (Pendiri Boys Brigade; salah satu Organisasi Kepemudaan di Inggris) Baden Powell berniat menulis ulang buku tersebut untuk menyesuaikan dengan pembaca remaja yang bukan dari ketentaraan. Untuk menguji ide-ide barunya, pada 25 Juli - 2 Agustus 1907 Baden Powell menyelenggarakan perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda. Hingga pada tahun 1908 terbitlah buku 'Scouting for Boys' yang kemudian menjadi acuan kepramukaan di seluruh dunia.

Tahun 1910, atas saran Raja Edward VII, Baden Powell memutuskan pensiun dari ketentaraan dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal untuk fokus pada pengembangan pendidikan kepramukaan. 

Pada Januari 1912 Baden Powell bertemu dengan Olave St Clair Soames saat di atas kapal dalam lawatan kepramukaan ke New York. Mereka kemudian menikah pada tanggal 31 Oktober 1912. Mereka tinggal di Hampshire, Inggris dan dianugerahi 3 orang anak (satu laki-laki dan dua perempuan), yaitu: Arthur Robert Peter (Baron Baden-Powell II), Heather Grace (Heather Baden-Powell), dan Betty Clay (Betty Baden-Powell).

Baden Powell bersama istrinya, Olave Soames
Baden Powell bersama istrinya, Olave Soames

Tahun 1930-an Baden Powel mulai sakit-sakitan. Pada tahun 1939 Baden-Powell dan Olave memutuskan pindah dan tinggal di Nyeri, Kenya. Hingga pada tanggal 8 Januari 1941 Baden Powell meninggal dan dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri.

Semasa hidupnya Baden Powell mendapatkan berbagai gelar kehormatan, termasuk gelar Lord dari Raja George pada tahun 1929. Pun Baden Powell aktif menulis berbagai buku baik tentang kepramukaan, ketentaraan, maupun bidang lainnya. Beberapa buku tentang kepramukaan yang ditulisnya antara lain, Scouting for Boys (1908), The Handbook for the Girl Guides or How Girls Can Help to Build Up the Empire (ditulis bersama Agnes Baden-Powell; 1912), The Wolf Cub's Handbook (1916), Aids To Scoutmastership (1919), Rovering to Success (1922), Scouting Round the World (1935) dll.

Itulah kisah atau sejarah Baden Powell, Sang Bapak Pramuka Sedunia yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah kepramukaan dunia maupun di Indonesia. Tentang Sejarah Perkambangan Pramuka Dunia, Sejarah Perkembangan Pramuka di Indonesia, dan Daftar Lengkap Buku Karya Baden Powell akan ditulis dalam lain kesempatan.

Materi Pramuka Penggalang




1. Materi Kepenggalangan (Seputar Penggalang)


Materi kepenggalangan memuat tentang berbagai hal dasar yang terkait dengan pramuka penggalang. Materi ini meliputi :
  1. Mengenal Pramuka Penggalang
  2. Pasukan Penggalang
  3. Dewan Penggalang
  4. Dewan Kehormatan

2. Materi Pengetahuan Umum Kepramukaan untuk Penggalang


Materi Pengetahuan Umum Kepramukaan adalah materi yang secara umum harus diketahui oleh pramuka, yang meliputi :
  1. Mengenal Pramuka Gerakan Pramuka dan Kepramukaan
    1. Tugas Pokok, Tujuan, dan Fungsi Gerakan Pramuka
  2. Sejarah Singkat Kepramukaan di Dunia
    1. Sejarah Baden Powell Bapak Pramuka Sedunia
    2. Mengenal WOSM (Organisasi Kepanduan Sedunia)
  3. Sejarah Singkat Kepramukaan di Indonesia
    1. Daftar Ketua Kwarnas dari Tahun ke Tahun
  4. Anggota Gerakan Pramuka
  5. Kode Kehormatan Pramuka
  6. Dasadarma (Dasa Darma Pramuka)
  7. Lambang Gerakan Pramuka
  8. Moto (Motto) Gerakan Pramuka
  9. Salam Pramuka; Arti, Macam dan Penggunaan
  10. Struktur Organisasi Gerakan Pramuka
  11. Gugusdepan Gerakan Pramuka
    1. Struktur Organisasi Gugusdepan dan Penjelasannya
    2. Tanda Pengenal Gugusdepan (Gudep)
  12. Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka
    1. Tanda Umum dalam Gerakan Pramuka
    2. Arti Tanda Kecakapan Umum Penggalang
    3. Pemasangan Atribut (Tanda Pengenal) Pramuka Penggalang
    4. Arti Kiasan Tanda Pelantikan Gerakan Pramuka
    5. Tanda Penghargaan Kegiatan Tiska dan Tigor
  13. Jenis-Jenis Pertemuan Pramuka
    1. Jenis Perkemahan Pramuka
  14. Mengenal Pramuka Garuda
  15. Daftar Satuan Karya Pramuka (Saka) Tingkat Nasional
  16. Tongkat Pramuka, Ukuran, Warna, dan Penggunaan
  17. SKK dan TKK (Syarat Kecakapan Khusus dan Tanda Kecakapan Khusus)
    1. 13 SKK Wajib dalam Pramuka
    2. Tetampan TKK, Ketentuan dan Tata Cara Pemakaian
  18. Sistem Among dalam Kepramukaan
  19. Kiasan Dasar Gerakan Pramuka


3. Teknik Kepramukaan (Scouting Skill)


Materi teknik kepramukaan adalah materi-materi yang berupa keterampilan dasar yang menjadi bagian dari sistem pendidikan kepramukaan, meliputi :
  1. Simpul
    1. Simpul Hidup
    2. Simpul Mati (Reef Knot)
    3. Simpul Anyam (Sheet Bend)
    4. Simpul Anyam Berganda (Double Sheet Bend)
    5. Simpul Jangkar (Cow Hitch)
    6. Simpul Pangkal (Clove Hitch)
    7. Simpul Tambat (Timber Hitch)
    8. Simpul Tiang (Bowline Knot)
    9. Simpul Nelayan Kembar Inggris (Fisherman's Knot)
  2. Ikatan dalam Tali Temali
    1. Model Pionering Menara Pandang
    2. Model Pionering Jembatan
  3. Cara Membuat Dragbar Usungan (Tandu Darurat) Pramuka
  4. Sandi
    1. Sandi AND
    2. Sandi Rumput
    3. Sandi Kotak
    4. Sandi Angka
    5. Sandi Turba atau Turun
    6. Sandi Kimia
    7. Sandi AN
    8. Sandi Katak
    9. Sandi Arab
    10. Sandi Koordinat
    11. Sandi Jam
  5. Jenis Pasak Tenda dan Cara Memasangnya
  6. Menaksir Tinggi Dengan Perbandingan Segitiga
  7. Menaksir Lebar Dengan Perbandingan Segitiga
  8. Menaksir Kecepatan Arus Air Sungai
  9. Cara Cepat Membaca Morse
  10. Semaphore Cara Mudah Cepat
  11. 16 Arah Mata Angin dan Kompas
  12. Jenis, Bagian, dan Fungsi Kompas
  13. Peta Lapangan
  14. Panorama (Sketsa Pemandangan)
  15. Peta Pita
  16. Tanda Medan untuk Mapping dalam Kepramukaan
  17. Baris Berbaris
    1. Tata Cara Baris Berbaris Pramuka
    2. PBB : Cara Meninggalkan Barisan
    3. Tata Taca Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris
  18. PPPK

4. Materi Penunjang SKU Pramuka Penggalang


Materi penunjang SKU adalah materi-materi yang tidak termuat dalam tiga kelompok sebelumnya, namun terdapat dalam syarat kecakapan umum yang harus dicapai oleh pramuka penggalang. Materi ini diantaranya adalah :
  1. Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang
    1. Panduan Materi SKU Pramuka Penggalang Ramu
    2. Panduan Materi SKU Penggalang Rakit
    3. Panduan Materi SKU Penggalang Terap
  2. Lambang dan Ikon Agama di Indonesia
  3. Sebutan Nama Pemimpin Agama di Indonesia
  4. Mandi Wajib, Penyebab dan Cara
  5. Hari Besar Agama Libur Keagamaan
  6. Alat Komunikasi Tradisional dan Modern
  7. Manfaat Penghijauan
  8. Teknik Penjernihan dan Penyaringan Air
  9. Memilah dan Mengolah Sampah
  10. Penggunaan Lambang Negara Garuda Pancasila
  11. Peraturan Penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
  12. Sejarah Bendera Merah Putih
  13. Hak Perlindungan Anak
  14. Emosi
  15. Menyampaikan Pendapat


5. Materi Tambahan Lainnya



  1. Setangan Leher Pramuka Ukuran dan Cara Memakai
  2. Contoh Proposal Kegiatan Kemah Pramuka Penggalang
  3. Kumpulan Lagu Wajib Nasional Indonsia
  4. Kumpulan Lagu Pramuka Legendaris
  5. Kumpulan Yel Pramuka

Sifat Sifat Pramuka

::Sifat kePRAMUKAAN ada 3, yaitu::
*Nasional
Artinya suatu organisasi yang
menyelenggarakan pendidikan ke
Pramukaan
Di suatu negera haruslah menyesuaikan
pendidikannya itu dengan
Keadaan, kebutuhan dan kepentingan
masyarakat, bangsa dan negara.
*Internasional
Artinya suatu organisasi kePRAMUKAAN di
negara manapun di dunia ini
Harus membina dan mengembangkan rasa
persaudaraan dan persahabatan antara sesama pramuka dan
sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama
golongan, pangkat, suku dan bangsa.
*Universal
Artinya suatu organisasi ke Pramukaan
dapat dipergunakan dimana
Saja untuk mendidik anak – anak dari
bangsa apa saja, yang dalam
Pelaksanaan pendidikannya selalu
menggunakan prinsip dasar
Metodik pendidikan kepramukaan.

Kode Kehormatan Pramuka TriSatya dan DasaDharma

TRI SATYA dan DASA DHARMA PRAMUKA
Adapun Janji (sumpah) Pramuka yaitu Tri Satya yang artinya adalah kata-kata janji atau sumpah yang diucapkn oleh seorang Pramuka golongan Penggalang, Penegak, Pandega dan anggota dewasa.


TRI SATYA


Pengertian dari Tri Satya adalah Tri : tiga, Satya : Kesetiaan,
Artinya adalah tiga kesetiaan yang harus di penuhi oleh atau dipatuhi oleh setiap anggota Pramuka.
Isi dan Arti Tri Satya.
adalah sebagai berikut :

Tri Satya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. Menepati Dasa Dharma.


Adapun Tri Satya tersebut diatas mengandung arti bahwa seorang Pramuka berkewajiban sebagai berikut :
• Menjalankan kewajiban/Perintah Tuhan, serta menjauhi segala apa yang menjadi larangan-Nya.
• Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Kewajiban terhadap Pancasila, yaitu dengan cara menghayati dan mengamalkan isinya.
• Kewajiban terhadap sesama masyarakat.
• Kewajiban menhayati dan mengamalkan Dasa Dharma.


DASA DHARMA


Pengertian Dasa Dharma adalah Dasa : sepuluh,
Dharma : Perbuatan baik (kebajikan).
Dasa Dharma adalah sepuluh Kebajikan yang menjadi pedoman bagi Pramuka dalam bertingkah laku sehri-hari.
Isi dan Arti Dasa Dharma
adalah sebagai berikut :

Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.


 Arti dari masing-masing bait Dasa Dharma tersebut diatas adala sebagai berikut :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Menjalankan semua perintah Tuhan serta meninggalkan segala larangan-larangan-Nya.
• Menbaca do’a atau niat karena Allah dalam setiap mengawali dan mengakhiri kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
• Patuh dan berbakti kepada kedua orang tua, serta sayang kepada saudara. dsb

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
• Selalu menjaga kebersihan lingkungan baik disekolah maupun dirumah.
• Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun fauna.
• Membantu fakir miskin, yatim piatu, orang tua jompo dan mengunjungi yang sakit. dsb.

3. Patriot yang sopan dan ksatria

• Belajar disekolah dengan baik.
• Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
• Membiasakan diri untuk berani mengakui kesalahan dan membenarkan yang benar.
• Ikut serta dalam pertahan bela Negara.

4. Patuh dan suka bermusyawarah.
• Patuh kepada kedua orang tua, guru dan pembina dengan cara mengerjakan tugas sebaik-baiknya.
• Berusaha mufakat dalam setiap musyawarah.
• Tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa yang didapatkan tanpa melalui musyawarah.

5. Rela menolong dan tabah.

• Selalu berusaha menolong sesama yang sedang mengalami musibah atau kesusahan serta tidak pernah meminta atau mengharapikan imbalam (pamrih).
• Tabah dalam mengalami berbagai kesulitan dengan tidak banyak mengeluh, dan tak mudah putus asa.
• Bersedia menolong tanpa diminta. dsb.

6. Rajin, terampil dan gembira.

• Membiasakan menyusun jadwal dalam kegiatan sehari-hari.
• Tidak pernah bolos dari sekolah, selalu hadir diwaktu latihan atau pertemuan pramuka.
• Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna.
• Selalu riang gembira diwaktu melakukan kegiatan atau pekerjaan.

7. Hemat, cermat dan bersahaja.
• Tidak boros dan bersikap hidup hemat.
• Rajin menabung.
• Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan.
• Tepat waktu (kesekolah, belajar, latihan, dll).
• Bisa membuat perencanaan sebelum tindakan.

8. Disiplin, berani dan setia.
• Selalu tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.
• Mendahulukan kewajiban dibanding sebelum meminta haknya.
• Berani mengambil keputusan.
• Tidak mengecewakan orang lain. dsb.

9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
• Tidak mengelakkan amanat dengan sesuatu alasan yang dicari-cari.
• Jujur tidak mengada-ada.

10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

• Selalu berfikir positif dan menghargai sikap atau pendapat orang lain dan bisa menyumbangkan saran yang baik dengan cara yang baik.
• Berhati-hati mengendalikan diri dari ucapan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percayaan orang lain pada dirinya.
• Berusaha menjaga diri dalam segala tindak tanduk perbuatan yang jelek melanggar menurut kehidupan masyarakat dan aturan agama.

WOSM dan Arti WOSM

Gambar 1.1
WOSM

Organisasi Kepanduan Sedunia atau World Organization of the Scout Movement/WOSM adalah organisasi dunia non-pemerintahan yang menaungi gerakan kepanduan di seluruh dunia. WOSM didirikan pada tahun 1920, dan memiliki kantor pusat diJenewa, Swiss. Keberadaan WOSM juga tidak bisa dipisahkan dari mitranya Asosiasi Kepanduan Putri Sedunia atau World Association of Girl Guides and Girl Scouts (WAGGGS).
Misi WOSM adalah untuk memberikan kontribusi untuk mendidik orang muda, melalui sistem nilai berdasarkan Janji Pramuka danHukum Pramuka, untuk membantu membangun dunia yang lebih baik di mana orang terpenuhi diri sebagai individu dan memainkan peran konstruktif dalam masyarakat. sebagai organisasi dunia, WOSM diatur berdasarkan region, konferensi, committee dan biro.

Arti dan Makna Kiasan dalam Lambang WOSM

Lambang WOSM yang terdiri atas jarus kompas, "fleur-de-lis" atau "treefoil", dua bintang, dan tali melinkar bersimpul mati memiliki makna dan arti kiasan sebagai berikut :

  1. Jarum kompas menunjuk ke atas (utara), memiliki arti sebagai pengingat bagi setiap pramuka agar senantiasa melakukan kebenaran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Selain itu untuk senantiasa menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
  2. Treefoil (fleur-de-lis) atau Bunga dengan Tiga Ujung, mengiaskan Tiga Janji Pramuka (Scout Promise)
  3. Dua bintang, melambangkan bahwa seorang anggota Pramuka selalu berupaya untuk dapat menjadi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan.
  4. Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati, mengiaskan bahwa antar sesama Pramuka di seluruh dunia selalu menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan.
  5. Warna putih, melambangkan jiwa Pramuka yang berhati suci dan bersih. 
  6. Warna dasar ungu, memiliki arti bahwa Pramuka memiliki keterampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.

Konferensi Kepanduan Sedunia


Logo WOSM
Konferensi Kepanduan Sedunia atau yang biasa dikenal dengan The World Scout Conference (WSC) adalah pertemuan rutin seluruh organisasi dan asosiasi gerakan kepanduan sedunia yang diadakan setiap tiga tahun dan berfungsi untuk koordinasi seluruh perwakilan kepanduan dunia mencakup ketaatan terhadap tujuan dan prinsip-prinsip Organisasi Kepanduan dunia, dan kemerdekaan dari keterlibatan politik setiap organisasi/asosiasi anggotanya.

TanggalKonferensi ke-LokasiNegaraNegara Peserta
1920Konferensi Kepanduan Dunia ke-1London Inggris Raya33
1922Konferensi Kepanduan Dunia ke-2Paris Perancis32
1924Konferensi Kepanduan Dunia ke-3Copenhagen Denmark34
1926Konferensi Kepanduan Dunia ke-4Kandersteg Swiss29
1929Konferensi Kepanduan Dunia ke-5Birkenhead Inggris Raya33
1931Konferensi Kepanduan Dunia ke-6Baden bei Wien Austria44
1933Konferensi Kepanduan Dunia ke-7Gödöllő Hungaria31
1935Konferensi Kepanduan Dunia ke-8Stockholm Swedia28
1937Konferensi Kepanduan Dunia ke-9Den Haag Belanda34
1939Konferensi Kepanduan Dunia ke-10Edinburgh Inggris27
1947Konferensi Kepanduan Dunia ke-11Château de Rosny-sur-Seine Perancis27
1949Konferensi Kepanduan Dunia ke-12Elvesaeter Norwegia25
1951Konferensi Kepanduan Dunia ke-13Salzburg Austria34
1953Konferensi Kepanduan Dunia ke-14Vaduz Liechtenstein35
1955Konferensi Kepanduan Dunia ke-15Niagara Falls, Ontario Kanada44
1957Konferensi Kepanduan Dunia ke-16Cambridge Inggris Raya52
1959Konferensi Kepanduan Dunia ke-17New Delhi India35
1961Konferensi Kepanduan Dunia ke-18Lisbon Portugal50
1963Konferensi Kepanduan Dunia ke-19Rhodes Yunani52
1965Konferensi Kepanduan Dunia ke-20Mexico City Mexico59
1967Konferensi Kepanduan Dunia ke-21Seattle Amerika Serikat70
1969Konferensi Kepanduan Dunia ke-22Otaniemi Finlandia64
1971Konferensi Kepanduan Dunia ke-23Tokyo Jepang71
1973Konferensi Kepanduan Dunia ke-24Nairobi Kenya77
1975Konferensi Kepanduan Dunia ke-25Lundtoft Denmark87
1977Konferensi Kepanduan Dunia ke-26Montreal Kanada81
1979Konferensi Kepanduan Dunia ke-27Birmingham Inggris Raya81
1981Konferensi Kepanduan Dunia ke-28Dakar Senegal74
1983Konferensi Kepanduan Dunia ke-29Dearborn Amerika Serikat90
1985Konferensi Kepanduan Dunia ke-30München Jerman Barat93
1988Konferensi Kepanduan Dunia ke-31Melbourne Australia77
1990Konferensi Kepanduan Dunia ke-32Paris Perancis
1993Konferensi Kepanduan Dunia ke-33Sattahip Thailand
1996Konferensi Kepanduan Dunia ke-34Oslo Norwegia108
1999Konferensi Kepanduan Dunia ke-35Durban Afrika Selatan116
2002Konferensi Kepanduan Dunia ke-36Thessaloniki Yunani126
2005Konferensi Kepanduan Dunia ke-37Hammamet Tunisia122
2008Konferensi Kepanduan Dunia ke-38Jeju-do Korea Selatan150
2011Konferensi Kepanduan Dunia ke-39Curitiba Brazil
2014Konferensi Kepanduan Dunia ke-40Ljubljana Slovenia
Gambar 1.2
Sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Kepanduan_Sedunia

Gambar 1.3
Logo Pandu Negara Anggota Wosm